BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Manajemen Rumah Sakit Betha Medika yang beralamat di Jl. Raya Cisaat No.595, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membantah tudingan bahwa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) miliknya mencemari lingkungan sekitar.
Dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025), Humas RS Betha Medika, Nurul, bersama Kepala Divisi umum dan juga bagian kesehatan lingkungan , menegaskan bahwa IPAL rumah sakit selalu diperiksa rutin setiap bulan. Hasil pemeriksaan tersebut, kata mereka, juga dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) disertai uji laboratorium yang menunjukkan kualitas air limbah sudah memenuhi standar aman.
//BACA JUGA : IPAL RS BETHA MEDIKA SUKABUMI DIANGGAP CEMARI LINGKUNGAN : WARGA RESAH
“Dari segi prosedur, rumah sakit tidak mungkin beroperasi tanpa memenuhi perizinan. Semua sesuai aturan,” ujar Nurul.
Menurutnya, selain pengawasan internal, pihak rumah sakit juga rutin berkoordinasi dengan konsultan untuk memastikan tidak terjadi kebocoran IPAL. Terkait keluhan warga mengenai kebisingan mesin IPAL, pihaknya mengakui suara masih terdengar meski telah dipasang alat peredam.

“Sebetulnya sudah kami pasang alat peredam suara, namun sampai saat ini masih terus diusahakan agar tidak terdengar lagi,” jelasnya.
Sementara itu, menanggapi keluhan warga, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Sahril Hidayat, ST, membenarkan bahwa mutu dan kualitas air limbah RS Betha Medika masih sesuai baku mutu. Hal tersebut berdasarkan pemantauan rutin setiap enam bulan yang dilaporkan pihak rumah sakit.
//BACA JUGA : SERTIFIKAT WARGA 2 DESA DI SUKABUMI MENJADI JAMINAN DI BANK OLEH KOPRASI DAN TERANCAM TERLELANG
“DLH juga sudah menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Dari hasil verifikasi lapangan, pengecekan IPAL dan sumur warga, tidak terbukti adanya kebocoran. Kualitas air limbah di outlet masih di bawah ambang batas baku mutu,” ungkap Sahril senin25/8/2025
Meski demikian, sebagian warga tetap merasa tidak puas. Mereka menilai proses pemeriksaan dan uji laboratorium tidak dilakukan secara transparan karena hanya melibatkan pihak rumah sakit dan DLH tanpa keikutsertaan masyarakat.
Kepala Desa Cibatu, Asep Rahmat, mengaku belum mengetahui secara rinci keluhan warganya. Namun, pihak desa siap memfasilitasi dialog antara warga dengan rumah sakit untuk mencari jalan keluar.
“Saya sangat terbuka dan siap menengahi permasalahan ini demi kenyamanan masyarakat,” kata Asep di kantornya, Senin (25/8/2025).
//BACA JUGA : KEPALA DESA SUKAMAJU TIDAK MENGETAHUI ADANYA BANTUAN BENIH DARI DINAS PERIKANAN
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga sekitar RS Betha Medika mengeluhkan keberadaan mesin IPAL yang dianggap menimbulkan kebisingan. Bahkan, sebagian warga menduga IPAL tersebut menjadi penyebab pencemaran lingkungan, khususnya pada sumber air di sekitar pemukiman.
Seorang warga menuturkan dirinya kini tidak berani menggunakan air sumur untuk mandi maupun mencuci. Pasalnya, air sumur yang biasanya dipakai sehari-hari terkadang berbau amis, dan jika dibiarkan beberapa hari akan berubah warna serta menimbulkan bintik-bintik hitam pada dinding bak penampungan.
INDRA/NANDAR

1 thought on “PIHAK RS BETHA MEDIKA BANTAH TUDINGAN CEMARI LINGKUNGAN”