BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Kondisi rumah reyot milik Nenek Rohanah (69) di Kampung Jilegong RT 01/03, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, menjadi potret nyata lambannya penanganan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tingkat desa.
//BACA JUGA : SERTIFIKAT WARGA 2 DESA DI SUKABUMI MENJADI JAMINAN DI BANK OLEH KOPRASI DAN TERANCAM TERLELANG
Rumah berdinding bilik bambu itu sudah nyaris roboh. Atapnya bocor, dindingnya rapuh, dan hanya dipertahankan seadanya. Di dalamnya tinggal dua keluarga dengan lima jiwa yang setiap hari dihantui rasa khawatir

“Kalau hujan deras, air masuk dari segala arah. Cucu saya kedinginan, dan saya takut rumah ini ambruk menimpa kami,” ucap Rohanah dengan suara bergetar.
//BACA JUGA : Penggunaan Anggaran Dana Desa Karangtengah Tahun 2024 Diduga Fiktif
Ironisnya, rumah ini sebenarnya sudah masuk dalam daftar usulan RTLH. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah desa. Kepala Desa Balekambang sendiri mengakui baru akan berkoordinasi dengan pihak RT setempat
“Kalau memang kondisinya darurat, kami tidak bisa menunggu lama. Tapi anggaran terbatas, jadi prosesnya bertahap,” ujarnya 29)9/2025

//BACA JUGA : PADEPOKAN DADALI PATI NUSANTARA RAYAKAN MILANGKALA KE-8 : DENGAN SEMARAK SENI BUDAYA LINTAS DAERAH
Di Desa Balekambang, tercatat sekitar 50 rumah tidak layak huni yang diajukan untuk perbaikan. Namun keterbatasan anggaran sering dijadikan alasan keterlambatan, sehingga warga terpaksa menunggu tanpa kepastian.
Kisah Nenek Rohanah menjadi peringatan bahwa di balik semangat pembangunan, masih ada warga yang terpinggirkan. Tanpa langkah cepat dan nyata dari pemerintah desa maupun pihak terkait, keluarga-keluarga seperti Rohanah akan terus hidup dalam ketidakpastian.
SOMDANI/RR

2 thoughts on “RUMAH REYOT NENEK ROHANAH : POTRET LAMBANNYA PENANGANAN RTLH DI NAGRAK SUKABUMI”