BBC MEDIA.NEWS -SUKABUMI – Suasana kekecewaan tengah dirasakan warga di salah satu kampung di Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, mantan Ketua RT di wilayah tersebut memilih mengundurkan diri dari jabatannya lantaran merasa aspirasi warga yang disampaikannya tidak pernah diakomodir oleh pemerintah desa.
// BACA JUGA : LSM ANNAHL ADUKAN PERMASALAHAN YANG ADA DI KOTA/KABUPATEN SUKABUMI KE KOMISI II DPR RI
Akibat pengunduran diri itu, warga setempat kini telah lebih dari lima bulan hidup tanpa kepemimpinan RT aktif. Mereka mencontohkan bagaimana pembangunan jembatan di kampung mereka saat ini terpaksa dilakukan secara swadaya murni masyarakat, tanpa adanya bantuan dari pemerintah desa.

“Kami di sini seperti kampung terisolir. Belum pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa, Senin (3/11/2025).
“Jalan dan jembatan ini sudah dulu ada, tapi anehnya pemerintah desa bahkan ketua RW pun seolah tidak berpihak kepada masyarakat. RT kami sampai mengundurkan diri karena aspirasinya tidak pernah didengar,” tambah warga lainnya.
// BACA JUGA : LSM ANNAHL ADUKAN PERMASALAHAN YANG ADA DI KOTA/KABUPATEN SUKABUMI KE KOMISI II DPR RI
Menurut pantauan di lapangan, jembatan penghubung antara Kampung Caringin dan Kampung Garunggang yang sedang dibangun warga kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Jembatan lama yang ada kini hanya disangga oleh kayu seadanya, padahal akses tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang tidak memiliki kendaraan bermotor.
Warga menilai jalur tersebut merupakan akses paling dekat dan efisien, bahkan empat kali lebih pendek dibandingkan dengan jalan baru yang dibangun oleh pemerintah desa.
“Jembatan lama kecil dan sudah tidak layak. Kami sepakat membangun yang lebih besar dengan harapan kedepan nanti mobil juga bisa lewat,” ungkap seorang warga lainnya.
// BACA JUGA : LSM ANNAHL ADUKAN PERMASALAHAN YANG ADA DI KOTA/KABUPATEN SUKABUMI KE KOMISI II DPR RI
Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Ukat Sukatma, membantah klaim warga. Ia menyebut bahwa jembatan yang sedang dibangun tersebut bukan merupakan akses jalan umum, melainkan menuju rumah pribadi.
“Di kampung itu hanya ada beberapa rumah saja, dan jembatan yang dibangun itu menuju rumah milik pribadi,” jelas Ukat saat ditemui di kantor desanya, Senin (3/11/2025).
Namun demikian, perbedaan persepsi antara warga dan pemerintah desa ini menunjukkan adanya celah komunikasi dan lemahnya fungsi pembinaan pemerintahan tingkat desa. Pengunduran diri ketua RT serta minimnya koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan menunjukkan perlunya evaluasi mendalam dari pemerintah daerah melalui pihak kecamatan dan dinas terkait.
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan melakukan klarifikasi lapangan dan evaluasi terhadap kinerja aparatur desa agar aspirasi masyarakat benar-benar tersalurkan, serta pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan berkeadilan.
INDRA/RA
