
Penulis : Rani Muliani
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara
Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing : Angga Rosidin S.I.P., M.A.P
Ketua Program Studi : Zakaria Habib Al-Ra’zie S.IP., M.SOS
Kemahasiswaan : Jaka Maulana S.A.P., M.A.P
BBC MEDIA.NEWS -SERANG/BANTEN – Kota Serang terus tumbuh sebagai pusat pemerintahan sekaligus gerbang ekonomi di Banten. Lalu lintas perdagangan makin padat, kawasan industri meluas, dan kebutuhan tenaga kerja terampil melonjak setiap tahun. Namun satu pertanyaan penting mengemuka: apakah fondasi pendidikan di kota ini benar-benar cukup kuat untuk menopang lompatan ekonomi yang diharapkan warga?
Tantangan global tidak menunggu kesiapan sebuah kota. Pasar kerja menuntut kecakapan analitis, kreativitas, literasi digital, serta karakter yang mampu bertahan di tengah perubahan cepat. Bila kualitas pendidikan di Serang bergerak lambat, ketimpangan sosial akan melebar, dan peluang kerja produktif tersedot ke daerah lain. Itulah sebabnya pembahasan mengenai mutu pendidikan bukan sekadar wacana akademik, melainkan denyut utama pembangunan kota.
Potret Mutu Pendidikan Kota Serang: Antara Harapan dan Kegelisahan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Serang sebenarnya terus membaik, tetapi indikator terkait pendidikan masih menyisakan celah. Sebagian sekolah menghadapi persoalan fasilitas, guru belum merata kompetensinya, dan kemampuan literasi-numerasi pelajar sering kali tertahan pada level dasar. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, sebab ekonomi perkotaan menuntut kualitas sumber daya manusia yang jauh lebih siap.
Di sisi masyarakat, orang tua menginginkan sekolah yang bukan hanya mengejar nilai, tetapi juga membentuk kecakapan hidup, karakter, serta pola pikir adaptif. Banyak warga Serang mulai menyadari bahwa kualitas pendidikan akan menentukan arah transformasi ekonomi keluarga mereka. Sayangnya, tidak semua sekolah mampu menyediakan lingkungan belajar yang kondusif atau kurikulum yang memantik keberanian berpikir kritis. Ketimpangan mutu antarwilayah dalam kota pun masih terasa.
Investasi Pendidikan sebagai Mesin Pendorong Mobilitas Ekonomi
Setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang untuk mengurangi kemiskinan struktural. Kota Serang membutuhkan tenaga kerja terampil yang tidak hanya menguasai teori, melainkan mampu memecahkan persoalan lapangan: manajemen produksi, keahlian digital, riset terapan, dan kompetensi teknis lainnya. Semua itu hanya mungkin lahir dari sistem pendidikan yang kuat dan konsisten.
Kota Serang dapat mempercepat mobilitas ekonomi masyarakat melalui beberapa jalur. Pertama, memperkuat sekolah vokasi serta SMK yang relevan dengan kebutuhan industri di wilayah Banten. Kedua, mendorong kolaborasi sekolah dunia usaha pemerintah agar pelatihannya tidak melenceng dari dinamika pasar kerja. Ketiga, memperluas kesempatan magang dan on-the-job training bagi pelajar agar mereka tidak gagap menghadapi dunia kerja.
Pendidikan berkualitas tidak hanya mempersiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang produktif. Kota Serang memiliki ruang luas untuk tumbuhnya industri kreatif lokal, usaha kuliner berbasis budaya Banten, serta sektor jasa modern. Semua peluang itu tinggal menunggu ekosistem pendidikan yang mampu mencetak generasi berani berinovasi.
Pendidikan Sebagai Pilar Kohesi Sosial
Kemajuan ekonomi tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu bertautan dengan stabilitas sosial. Di sinilah peran pendidikan menjadi lebih strategis. Kota Serang adalah rumah bagi beragam latar etnis, budaya, tradisi religius, dan karakter generasi. Sekolah idealnya berfungsi sebagai ruang yang menyatukan dinamika tersebut menjadi modal sosial yang kokoh.
Pelajar yang terbiasa berdialog, bekerja sama lintas kelompok, serta menghargai perbedaan akan tumbuh menjadi warga kota yang matang secara emosional. Penguatan literasi moral dan literasi digital penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu, polarisasi sosial, maupun konflik horizontal. Bila sekolah gagal membangun kompetensi ini, ruang publik kota menjadi lebih rentan.
Mengapa Pemerintah Kota Tidak Boleh Menunda Perubahan?
Mutu pendidikan tidak akan melonjak sendiri; ia butuh kebijakan yang tepat dan keberanian eksekusi. Pemerintah Kota Serang perlu memastikan anggaran pendidikan digunakan secara efektif, bukan sekadar rutinitas. Penguatan kapasitas guru menjadi prioritas, sebab kualitas pembelajaran sangat bergantung pada profesionalitas tenaga pendidik. Program pelatihan yang terukur, mentoring inovatif, dan insentif berbasis kinerja dapat memperbaiki situasi secara signifikan.
Digitalisasi juga harus ditempatkan sebagai instrumen yang mempermudah, bukan memperumit. Akses internet untuk sekolah-sekolah pinggiran, platform pembelajaran yang stabil, serta pelatihan penggunaan teknologi bagi guru akan mempersempit ketimpangan kualitas antarwilayah.
Selain itu, pemerintah kota dapat menggandeng perguruan tinggi di Serang untuk mengembangkan pusat riset pendidikan yang fokus pada inovasi kurikulum, penguatan literasi dasar, dan pemetaan kualitas belajar di tiap kecamatan. Penelitian berbasis data lokal akan sangat membantu pemerintah menyusun strategi yang lebih presisi.
Perlu Gerakan Kolektif, Tidak Cukup Kebijakan Teknis
Kemajuan pendidikan tidak pernah tercapai hanya oleh pemerintah. Sekolah, guru, orang tua, dunia usaha, dan organisasi masyarakat perlu bergerak selaras. Kota Serang membutuhkan gerakan kolektif yang mendorong budaya belajar yang sehat, mulai dari membaca di rumah, mendampingi anak belajar secara konsisten, hingga menciptakan kegiatan sosial yang mendorong pelajar berkontribusi pada lingkungan.
Orang tua memiliki peran vital sebagai pendidik pertama. Lingkungan rumah yang suportif akan memperkuat efektivitas pembelajaran di sekolah. Sementara itu, dunia usaha dapat membuka ruang kolaborasi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, agar pelajar memperoleh pengalaman nyata mengenai dunia kerja dan inovasi teknologi.
Pendidikan Sebagai Kiblat Baru Pembangunan Kota Serang
Kota Serang punya peluang besar untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Banten. Namun fondasi utamanya tetap bertumpu pada kualitas pendidikannya. Pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu menggerakkan roda pembangunan, menekan ketimpangan, serta memperkuat kohesi sosial.
Pertanyaannya bukan lagi apakah pendidikan berkualitas penting bagi Kota Serang, melainkan kapan langkah besar itu akan diambil. Semakin cepat komitmen kolektif dibangun, semakin besar peluang kota ini melesat jauh lebih maju secara ekonomi, sosial, dan peradaban.
“Kemajuan kota tidak diukur dari tinggi bangunannya, melainkan dari tegaknya karakter generasi yang dididik di dalamnya.”
Rani Muliani, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang.

1 thought on “Pendidikan Berkualitas: Kunci Kemajuan Ekonomi dan Sosial Kota Serang?”