BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Sebuah potret memilukan tersaji di Desa Cisaat kecamatan Cisaat.Hanya berjarak kurang lebih 800 meter dari pusat pemerintahan desa, sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu lansia dan anak laki-lakinya terpaksa bertahan hidup di rumah yang nyaris roboh. Meski upaya perbaikan sempat dimulai melalui bantuan dermawan, kondisi mereka kini terjebak dalam bangunan yang mangkrak dan sangat membahayakan keselamatan.

Bantuan Swadaya dan Kondisi Bangunan yang Memprihatinkan
Bangunan dinding bata ringan yang kini berdiri tanpa atap merupakan buah kedermawanan seorang pengusaha lokal yang merasa iba ditambah bantuan dari Baznas kabupaten satu juta rupiah.Namun, bantuan tersebut baru mampu menyelesaikan bagian dinding. Akibatnya, kusen jendela kayu yang baru dipasang kini mulai melapuk dan berlumut karena setiap hari terpapar hujan dan panas selama setahun terakhir tanpa pelindung atap.
Keluarga yang mengandalkan penghasilan anak laki-lakinya sebagai pekerja serabutan ini mengaku belum pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial rutin seperti BLT Dana Desa maupun BPNT, padahal kondisi ekonomi mereka sangat mendesak.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan . Banyak yang mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran Dana desa, mengingat Dana Desa ( DD) Cisaat pada tahun anggaran 2025 tercatat mendapatkan alokasi mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.
Menurut pendapat beberapa warga, jika pemerintah desa benar-benar serius memperhatikan kondisi masyarakatnya, anggaran sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) secara mandiri melalui dana desa tanpa harus terus menunggu bantuan dari tingkat kabupaten atau provinsi.
”Dengan anggaran satu milyar seratus juta lebih, harusnya ada skala prioritas. Kasus rumah nyaris roboh seperti ini mestinya bisa langsung ditangani melalui dana desa jika memang ada kemauan politik dari pihak desa,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
// BACA JUGA : DPRD KABUPATEN SUKABUMI SAHKAN RENCANA KERJA 2026 DAN PENYESUAIAN PROPEMPERDA 2025
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Desa Cisaat, Iwan, mengklarifikasi bahwa pihaknya sebenarnya pernah menawarkan bantuan Rutilahu pada tahun 2021 lalu. Namun, saat itu keluarga menolak karena status tanah yang belum jelas (masalah gono-gini).
”Dari desa sudah santunan soalnya pas anggaran yang tak terduga ada beberapa rumah warga pas barengan,” ujar Iwan saat dihubungi Rabu (17/12/2025).
Iwan juga mengklaim tetap mengupayakan bantuan melalui jalur program rutilahu pemerintah, meski saat ini statusnya masih mengantre
“Sudah didaftarkan Rutilahu juga, belum keluar, belum kebagian plotting” tegasnya singkat.
// BACA JUGA : Dana Desa Rp 550 Juta Diduga Tak Direalisasikan, Pengelolaan APBDes Cihelang Tongoh Disorot Tajam Warga
Desakan Transparansi dan Prioritas
Meski pihak desa beralasan sedang menunggu plotting anggaran luar, warga mendesak agar pemerintah desa melakukan diskresi anggaran. Mengingat jarak rumah yang sangat dekat dengan kantor desa dan risiko keselamatan yang mengancam nyawa penghuni rumahtersebut, penanganan darurat dari Dana Desa yang berjumlah milyaran rupiah tersebut dirasa sangat masuk akal dan dinantikan realisasinya
INDRA/NANDAR

Bro, Phnicecasino is where the action’s at. They have a solid selection of games and the site’s easy to navigate. Definitely worth a look at phnicecasino.