Foto Bersama tim PM dengan pengurus yayasan. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Edukasi manajemen usaha kecil menjadi strategi penting dalam menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi realitas ekonomi masa depan secara lebih mandiri. Kegiatan ini membantu peserta memahami dasar pengelolaan usaha sejak dini. Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses pembelajaran nonformal, lingkungan asrama justru menyimpan potensi besar sebagai ruang pembentukan karakter wirausaha yang adaptif, kreatif, dan produktif. Lingkungan yang terkontrol dan kebersamaan yang kuat mendukung proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan oleh dosen dan mahasiswa, selain pendidikan dan penelitian. Melalui PkM, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga hadir secara langsung dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan PkM, perguruan tinggi memiliki ruang nyata untuk terlibat aktif dalam menjawab kebutuhan sosial, ekonomi, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan masyarakat. Civitas akademika Universitas Bina Sarana Informatika secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Berbagai program pemberdayaan dirancang dengan orientasi solusi dan keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kali ini menyasar Yayasan Rumah Harapan Cikarang, khususnya Asrama Yatim, Piatu, dan Dhuafa Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Workshop dilaksanakan pada Minggu, 14 November 2025 dan bertempat langsung di lingkungan asrama. Lokasi kegiatan berada di Jl. Ki Hajar Dewantara No. 52, Karang Asih, Cikarang Utara. Tim pelaksana memilih lokasi ini melalui koordinasi dan komunikasi bersama pihak yayasan. Kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan suasana kegiatan yang akrab, nyaman, serta relevan dengan keseharian peserta. Lingkungan asrama memungkinkan interaksi yang lebih intens dan pembelajaran yang kontekstual.
Mengusung tema edukasi kewirausahaan, kegiatan ini memperkenalkan konsep dasar bisnis secara sederhana namun aplikatif. Materi mencakup pengelolaan biaya, penentuan harga jual, pemasaran berbasis media sosial, serta pengenalan awal proses branding produk. Tim penyusun merancang rangkaian materi dengan pendekatan kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta yang mayoritas berada pada usia remaja.
Proses Pelaksanaan dan Dinamika Kegiatan di Lingkungan Asrama
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika, Arnindita Rahma Danisya, bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan. Enam anggota mahasiswa lainnya turut terlibat secara aktif. Seluruh anggota tim memiliki kompetensi, kepedulian sosial, serta kreativitas dalam mendampingi proses pembelajaran peserta. Tim pelaksana mengangkat judul kegiatan “Edukasi Manajemen Usaha Kecil Melalui Pembuatan Produk Kreatif di Lingkungan Asrama”. Selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusiasme yang tinggi. Peserta menunjukkan keterlibatan aktif dalam setiap sesi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap persiapan untuk memastikan seluruh sarana, materi, dan teknis pelaksanaan berjalan dengan baik. Acara kemudian dibuka melalui sambutan dari ketua pelaksana dan kepala yayasan. Sambutan tersebut berfungsi sebagai pengantar tujuan serta gambaran umum kegiatan. Selanjutnya, tim memberikan pemaparan materi mengenai pengenalan media sosial dan strategi konten sederhana. Pemateri juga menjelaskan cara memanfaatkan platform digital sebagai sarana pendukung promosi usaha. Setelah sesi materi, peserta mengikuti simulasi pembuatan produk kreatif yang mendorong keterlibatan langsung dalam praktik.
Kegiatan berlanjut dengan sesi edukasi lanjutan sebagai penguatan materi. Sesi ini membuka ruang diskusi dan klarifikasi atas pertanyaan serta kebutuhan peserta. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah, dokumentasi bersama, doa, dan pembagian konsumsi. Acara berlangsung tertib, kondusif, dan penuh keakraban. Peran aktif anak-anak asuh dan pengurus yayasan menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Interaksi yang terbangun selama edukasi kewirausahaan menciptakan suasana pembelajaran yang partisipatif, komunikatif, dan menyenangkan. Banyak peserta menyampaikan bahwa materi mudah dipahami dan proses pembuatan produk kreatif terasa mengasyikkan.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga membuka cara pandang baru. Peserta mulai menyadari bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk belajar, berkarya, dan menumbuhkan kemandirian sejak dini.
Riri Pertiwi/Nandar
