BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ANNAHL memberikan atensi serius terhadap tata kelola kesejahteraan rakyat (KESRA ) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sorotan ini mencuat menyusul adanya temuan indikasi penyimpangan dana hibah pada Tahun Anggaran 2021 sampai 2025 yang diduga melibatkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) fiktif.
Sekretaris Jenderal LSM ANNAHL, Syah Arif, menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi internal, terdapat indikasi kuat bahwa penyaluran dana hibah tersebut tidak tepat sasaran. Ia mensinyalir adanya praktik penyelewengan yang bersifat sistematis dan masif yang telah berlangsung dari tahun ke tahun dengan nilai kerugian mencapai puluhan miliaran rupiah.
// BACA JUGA : GEBRAKAN BUDAYA ! PESULAP MERAH KOLABORASI BERSAMA PRAKTISI DEBUS DADALI PATI SUKABUMI
”Kami melihat ada pola yang berulang. Dugaan manipulasi LPJ ini bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan indikasi penyelewengan dana negara yang terstruktur. Ini uang rakyat yang seharusnya untuk kesejahteraan, bukan untuk kepentingan oknum,” tegas Syah Arif dalam keterangannya.Rabu 4/2/2026
Kinerja Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Sukabumi kini berada di bawah “radar” pengawasan publik. Sebagai pemangku kebijakan teknis dalam verifikasi dan penyaluran hibah, Bagian Kesra dianggap paling bertanggung jawab atas carut-marutnya implementasi anggaran tersebut di lapangan.
Syah Arif menambahkan, jika bukti-bukti yang dikumpulkan sudah dianggap lengkap dan memenuhi unsur tindak pidana korupsi, LSM ANNAHL tidak akan segan untuk membawa temuan ini ke ranah hukum.
// BACA JUGA : WARGA DESA MEKARJAYA CARINGIN TUNTUT TRANSPARANSI:TRAKTOR BANTUAN DIDUGA “DIKUASSI ” KETUA KELOMPOK TARIF SEWA MAHAL
LSM ANNAHL menegaskan bahwa saat ini mereka sedang mematangkan berkas laporan untuk segera diserahkan kepada APH
”Kasus ini memiliki potensi besar untuk naik ke meja yang lebih berwenang ( APH). Kami sedang merapikan data-data pendukung agar penanganan oleh APH nantinya bisa berjalan cepat. Kami ingin ada efek jera agar anggaran Kesra tidak terus-menerus menjadi bancakan,” tambah Syah.
LSM ANNAHL mendesak Bupati Sukabumi untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran di Bagian Kesra guna mencegah kebocoran anggaran yang lebih besar di masa mendatang.
INDRA/NANDAR
