BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saat ini tengah melaksanakan proyek pemeliharaan jalan di ruas Batas Kota – Selabintana, Kecamatan Sukabumi. Proyek yang menelan biaya ratusan juta rupiah ini menjadi sorotan masyarakat yang mendambakan infrastruktur jalan yang lebih kokoh dan awet.
// BACA JUGA : LSM ANNAHL: Kami Tidak Tahu Kasus Apa yang Diperiksa Kejaksaan terhadap DLH Kab. Sukabumi, dan Bukan Kami yang Melaporkan
Berdasarkan data dari papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 373.062.002,46 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Proyek dengan nomor SPK 000.3.2/03/SPK/PRJ.06/DPU/2026 ini dilaksanakan oleh CV. Leo Ferdinand dengan jangka waktu pengerjaan selama 45 hari kalender, terhitung sejak 13 Maret 2026.

Harapan Masyarakat vs. Realita Lapangan
Meski menyambut baik adanya perbaikan, sejumlah warga menyampaikan kekhawatirannya. Pasalnya, ruas jalan ini dinilai sering mengalami kerusakan kembali hanya dalam hitungan bulan setelah diperbaiki.
// BACA JUGA : Warga Dua Desa di Sukabumi Tuntut Pengembalian Sertifikat Tanah yang Disewa Koperasi Bina Usaha ( KBU ) Sejak 2012
“Kami berharap perbaikan kali ini tidak asal-asalan. Biasanya kalau sudah diperbaiki, hanya bertahan beberapa bulan saja sudah rusak lagi. Semoga kali ini kualitasnya betul-betul dijaga agar tahan lama,” ujar salah seorang warga yang melintas.
Minim Tanggapan dari Pihak Pengawas
Saat dikonfirmasi via WhatsApp Hendra, selaku pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Ketika ditanya mengenai estimasi kekuatan atau ketahanan aspal hasil perbaikan tersebut,
// BACA JUGA : Jadi Prioritas, Pemdes Perbawati Alokasikan Dana Desa Tahap I untuk Program Rutilahu
Kurangnya transparansi mengenai jaminan kualitas ini memicu desakan agar pengawasan dari Dinas PU ditingkatkan. Masyarakat menilai bahwa pengawasan yang ketat sangat krusial agar pelaksana proyek (kontraktor) bekerja sesuai spesifikasi teknis demi terciptanya kualitas jalan yang bagus dan tidak membuang anggaran daerah.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pengaspalan masih terus berlangsung dengan pengerahan alat berat di beberapa titik ruas jalan tersebut.
IING INDRA / RZ
