BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Ratusan massa aksi unjuk rasa berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Senin (1/09/2025). Massa aksi ini terdiri dari berbagai elemen, mulai dari organisasi mahasiswa ekstra kampus Cipayung Plus (GMNI, HMI, PMII, KAMMI, IMM, IPNU, HIMASI), hingga komunitas ojek online (ojol) dan masyarakat umum yang hadir tanpa membawa bendera maupun identitas seragam.
// BACA JUGA : SERTIFIKAT WARGA 2 DESA DI SUKABUMI MENJADI JAMINAN DI BANK OLEH KOPRASI DAN TERANCAM TERLELANG
Peserta aksi memulai orasi di depan Kantor Polresta Sukabumi, kemudian melanjutkan long march menuju Balai Kota dan Gedung DPRD Sukabumi untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Koordinator aksi, Aris Gunawan, menyampaikan bahwa isu utama yang diangkat adalah solidaritas untuk Affan Kurniawan, korban dugaan agresivitas aparat. Selain itu, massa juga menyoroti berbagai kebijakan DPR yang dinilai timpang di tengah kesulitan masyarakat.
// BACA JUGA : Warga Dua Desa di Sukabumi Tuntut Pengembalian Sertifikat Tanah yang Disewa Koperasi Bina Usaha ( KBU ) Sejak 2012
Adapun tuntutan massa aksi meliputi:
- Penghapusan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang dianggap membebani rakyat.
- Pembatalan tunjangan DPRD Kota Sukabumi.
- Penghapusan pajak retribusi untuk pedagang.
- Pembebasan biaya parkir bagi pengemudi ojek online (ojol).
- Peningkatan tunjangan bagi guru honorer.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Sukabumi menyatakan bahwa pihaknya telah mencatat semua tuntutan untuk dipelajari lebih lanjut.

// BACA JUGA : 13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
“Jawaban resmi akan kami sampaikan melalui media, karena tidak mungkin memberikan jawaban spontan. Semua ada aturan, mekanisme, serta konsekuensinya. Oleh karena itu, aspirasi dari aksi hari ini akan kami pelajari terlebih dahulu,” ujar Wali Kota Sukabumi.
NANDA/INDRA
