BBC MEDIA.NEWS -SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Selabintana, Kecamatan Sukabumi dan sekitarnya selama kurang lebih satu jam pada Jumat (5/12/2025), menyebabkan aliran air dari kawasan Gunung Gede Pangrango meluap hingga membanjiri pemukiman warga serta jalan raya Selabintana menuju Kota Sukabumi.
// BACA JUGA : PROYEK TPT RUAS JALAN CARINGIN–PASIRDATAR DIDUGA GUNAKAN MATERIAL DI BAWAH STANDAR
Dari pantauan di beberapa titik, sejumlah rumah warga terendam banjir. Rekaman kamera amatir menunjukkan beberapa kendaraan, termasuk mobil, mogok akibat terjebak banjir, sementara beberapa sepeda motor tampak hanyut terseret derasnya air. Dalam video warga tersebut terdengar teriakan panik serta lantunan doa saat banjir menerjang.

Banjir diduga terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang tidak diimbangi dengan kemampuan resapan air di kawasan atas. Menurut pengalaman dan pengamatan warga, derasnya debit air bukan hanya dipicu oleh curah hujan semata, tetapi juga oleh berkurangnya area resapan akibat pesatnya pembangunan.
“Di atas itu bukan hanya pemukiman warga yang terus bertambah, tetapi juga banyak bangunan untuk tempat wisata seperti café-café dan tempat hiburan lainnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
// BACA JUGA :SERTIFIKAT WARGA 2 DESA DI SUKABUMI MENJADI JAMINAN DI BANK OLEH KOPRASI DAN TERANCAM TERLELANG
Ia juga menilai lemahnya pengawasan dari pemerintah sehingga diduga banyak pembangunan dilakukan tanpa melalui proses perizinan yang semestinya.
“Kami berharap pemerintah setempat lebih peka terhadap kondisi lingkungan. Jangan terlalu berharap pada kesadaran pribadi orang yang membangun tanpa memikirkan dampaknya,” tambahnya.
// BACA JUGA : KADES DAN WARGA SUKAMAJU SEMANGAT GOTONG ROYONG KAWAL PEMBANGUNAN MASJID AL-MUJAHIDIN
Warga lainnya mengaku kerap serba salah saat memberikan informasi tentang kegiatan pembangunan tanpa izin, karena respons pemerintah kecamatan, dinas perizinan, bahkan pemerintah desa terkadang dianggap abai. “Tidak jarang, justru kami yang dianggap usil,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait besaran kerugian maupun dampak keseluruhan dari musibah banjir tersebut.
INDRA/RR

5 thoughts on “DIDUGA BERKURANGNYA SERAPAN AIR DAN TINGGINYA CURAH HUJAN PICU BANJIR DI SUKABUMI”