BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, melakukan langkah berani dalam memperkuat ekonomi desa. Melalui terobosan BUMDes Cipetir, alokasi Dana Desa tahun 2025 kini telah bertransformasi menjadi unit usaha bebek petelur produktif yang mulai memanen hasil di awal tahun 2026.
// BACA JUGA : SEKJEN ANNAHL GERAM : KABAG KESRA SUKABUMI TIDAK ADA DI TEMPAT SAAT HENDAK AUDENSI DANA HIBAH SENILAI 67 MILYAR
Langkah strategis ini didukung dengan anggaran senilai Rp240.000.000 yang digunakan secara efektif untuk pembangunan infrastruktur kandang modern serta pengadaan pakan berkelanjutan.
Inovasi Berbasis Peluang Pasar
Terobosan ini diambil bukan tanpa alasan. Sekretaris Desa Cipetir, Imas, dalam konfirmasi melalui pesan singkat pada Selasa (3/3/2026), menjelaskan bahwa pemilihan bebek petelur merupakan hasil analisis peluang pasar yang matang.

”Ini adalah terobosan BUMDes Cipetir untuk menjawab tantangan ketahanan pangan. Kami melihat peluang pasar telur bebek sangat terbuka lebar, pemeliharaannya pun relatif simpel dan sederhana, namun memiliki nilai ekonomi tinggi karena rasa telurnya yang enak dan sangat diminati konsumen,” ujar Imas.
Memasuki bulan Februari 2026, program ketahanan pangan ini dilaporkan telah menunjukkan hasil nyata. Keberhasilan ini membuktikan bahwa manajemen anggaran yang tepat sasaran dapat menghasilkan aset desa yang produktif dalam waktu yang relatif singkat.
// BACA JUGA : 13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
Pihak Pemerintah Desa Cipetir optimis bahwa unit usaha ini akan menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PADes). Dengan pengelolaan yang profesional di bawah bendera BUMDes, Desa Cipetir berambisi menjadi salah satu pemasok utama telur bebek berkualitas di wilayah Kadudampit dan sekitarnya.
IING INDRA / RR
