BBC MEDIA.NEWS -SUKABUMI – Di bawah kepemimpinan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, S.Ip., M.Si., Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama perangkat daerah terkait melakukan peninjauan dan assessment lapangan terhadap dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. 29/10/2025
// BACA JUGA : LSM ANNAHL ADUKAN PERMASALAHAN YANG ADA DI KOTA/KABUPATEN SUKABUMI KE KOMISI II DPR RI

Peninjauan dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya aliran sungai dan mengakibatkan banjir bandang serta tanah longsor di beberapa desa di wilayah tersebut. Banjir terjadi pada Senin, 27 Oktober 2025, dan berdampak pada permukiman warga, fasilitas umum, serta infrastruktur lingkungan.
Tim gabungan dari Dinas PU, BPBD, Disperkim, PDAM, dan Forkopimcam Cisolok turun langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan pendataan kondisi fisik, verifikasi tingkat kerusakan, serta identifikasi kebutuhan mendesak bagi warga.
// BACA JUGA : ANGGARAN PEMELIHARAAN SEKOLAH : DIALIHKAN UNTUK BAYAR HUTANG KOMPUTER
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir dan bergerak cepat dalam memberikan penanganan darurat serta menyiapkan langkah pemulihan pascabencana.
“Kami instruksikan seluruh perangkat daerah terkait agar turun langsung ke lapangan, memverifikasi dampak kerusakan, menyalurkan bantuan, dan segera merancang perbaikan infrastruktur serta permukiman warga terdampak,” tegas Bupati.

Kegiatan assessment difokuskan pada beberapa hal penting, di antaranya:
- Pendataan dan verifikasi kerusakan rumah warga serta infrastruktur publik, bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sukabumi.
- Fasilitasi PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum) di kawasan permukiman terdampak, meliputi perbaikan jalan lingkungan, drainase, dan akses air bersih.
- Distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak di Desa Cikahuripan melalui kerja sama dengan PDAM Kabupaten Sukabumi.
- Pendampingan penyusunan program pemulihan permukiman pascabencana sebagai bagian dari tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa hasil peninjauan lapangan akan dijadikan dasar dalam penyusunan rencana aksi penanganan darurat dan rehabilitasi infrastruktur, baik melalui APBD Kabupaten Sukabumi maupun kolaborasi lintas sektor.
// BACA JUGA : 13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
Sementara itu, Disperkim Kabupaten Sukabumi turut berperan dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan fokus pada pemulihan kondisi perumahan dan lingkungan permukiman yang rusak akibat bencana.
Berdasarkan data sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, banjir bandang yang melanda wilayah Desa Cisolok dan Desa Karangpapak menyebabkan:
Tidak ada korban jiwa,
567 Kepala Keluarga (1.705 jiwa) terdampak,
5 unit rumah rusak berat,
562 unit rumah terendam air,
serta 1 unit tembok penahan tanah (TPT) jebol akibat terjangan air sungai.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan banjir dan longsor di beberapa wilayah.
Melalui semangat “Sukabumi Mubarokah, Sejahtera, Tertata” dan gerakan “Gerak Nyata untuk Rakyat”, Bupati H. Asep Japar menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir memberikan solusi, perlindungan, dan layanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana.
SOMDANI/INDRA
