BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Profesi pemadam kebakaran (Damkar) kini tidak hanya identik dengan sirene dan kobaran api. Di Kabupaten Sukabumi, Damkar telah bertransformasi menjadi bagian dari dunia pendidikan sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan yang edukatif (edutainment). Fenomena ini terlihat jelas saat puluhan siswa PAUD Al-Hamdaniyah dari Desa Cibolang menyambangi Pos Damkar Cabang Cisaat, Senin (30/3/2026).
// BACA JUGA : “RAPORT MERAH ” UNTUK SATU TAHUN KEPEMIMPINAN KABUPATEN SUKABUMI : ALIANSI AKTIVIS MUDA SUKABUMI SERUKAN AKSI TURUN KE JALAN
Kegiatan ini menjadi edukasi Penyelamatan Sejak Dini
Ai, salah satu guru pembimbing PAUD Al-Hamdaniyah, mengungkapkan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah mengenalkan mitigasi bencana secara langsung kepada anak-anak.
“Kami ingin anak-anak mengenal sejak dini cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran. Ini edukasi nyata yang sangat mereka sukai,” ujar Ai di sela-sela kegiatan.

Antusiasme ini rupanya sangat tinggi. Pihak sekolah bahkan harus rela mengantre untuk mendapatkan jadwal kunjungan karena padatnya permintaan dari berbagai lembaga pendidikan yang ingin belajar langsung dari para personel Damkar.
Melayani Melampaui Tugas Pokok
Mardi, perwakilan dari Danton Damkar Cabang Cisaat, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan empat personel khusus untuk membimbing para siswa. Ia mengakui bahwa saat ini kepercayaan dan kecintaan masyarakat terhadap Damkar sedang berada di puncaknya.
“Tugas kami sekarang tidak hanya memadamkan api, tapi juga penyelamatan lainnya (rescue). Bahkan kalau ada ular masuk rumah pun, warga panggilnya Damkar,” jelas Mardi saat dikonfirmasi di kantornya.
// BACA JUGA : PEMERINTAH DESA CIMANGGIS CICANTAYAN SUKABUMI : REALISASIKAN KETAPANG PADA USAHA AYAM PETELUR
Menariknya, meski keterlibatan Damkar dalam dunia pendidikan ini sangat masif, belum ada kerja sama formal atau Memorandum of Understanding (MoU) resmi dengan Dinas Pendidikan. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi personel di lapangan untuk terus memberikan bimbingan dan pelatihan.
“Walaupun secara resmi tidak ada MoU dengan Disdik, kami sudah terlibat aktif dalam memberikan edukasi, bimbingan, hingga hiburan bagi siswa. Selama masyarakat membutuhkan bantuan dan layanan penyelamatan, kami siap melayani,” tegas Mardi.
Kehadiran Damkar di tengah anak-anak sekolah ini membuktikan bahwa profesi penyelamat ini telah menjadi “idola” baru yang mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan kesiapsiagaan bencana pada generasi muda di Kabupaten Sukabumi.
IING INDRA / RR
