
BBC MEDIA.NEWS – Rusia menyatakan tetap bekerja sama dengan Amerika Serikat meskipun Presiden Donald Trump mengungkapkan kemarahan dan kejengkelannya terhadap Presiden Vladimir Putin.
Dalam tanggapan pertamanya terhadap kritik Trump, Kremlin berusaha meredakan ketegangan antara kedua pemimpin tersebut.
// BACA JUGA : Israel Setuju Dengan Rencana AS Untuk Memperpanjang Gencatan Senjata Di Gaza, Hamas Belum Memberikan Tanggapan
“Kami terus bekerja sama dengan pihak AS, terutama dalam membangun hubungan bilateral kami,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Ia menambahkan bahwa tidak ada rencana untuk melakukan panggilan telepon antara Putin dan Trump dalam waktu dekat. Namun, Putin tetap terbuka untuk melakukan percakapan jika diperlukan.
Upaya Rusia untuk meredakan ketegangan ini muncul setelah Trump mengatakan kepada NBC News pada hari Minggu bahwa dirinya marah kepada Putin karena mempertanyakan kredibilitas Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif 50% bagi negara-negara yang membeli minyak Rusia jika Putin tidak menyetujui gencatan senjata.
// BACA JUGA : Presiden Korea Selatan yang Dimakzulkan Yoon Suk Yeol Dibebaskan
Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap yang cukup mencolok dari Trump terhadap pemimpin Rusia. Selama beberapa minggu terakhir, pejabat AS dan Rusia telah bernegosiasi guna mencapai kesepakatan mengakhiri perang di Ukraina. Trump sendiri kerap mengkritik Zelensky, tetapi tidak secara langsung terhadap Putin.
Kemarahan Trump terhadap Putin memuncak setelah pemimpin Rusia tersebut pada hari Jumat mengusulkan pembentukan pemerintahan sementara di Ukraina di bawah pengawasan PBB sebagai alternatif bagi kepemimpinan Zelensky.
“Saya sangat marah dan jengkel ketika Putin mulai mempertanyakan kredibilitas Zelensky. Itu bukan hal yang seharusnya dilakukan,” kata Trump kepada NBC News.
// BACA JUGA : Netanyahu Bersumpah Hamas Akan Membayar Mahal atas Pelanggaran Gencatan Senjata
“Pergantian kepemimpinan seperti itu hanya akan memperpanjang negosiasi tanpa hasil,” tambahnya.
Dalam konferensi pers harian pada hari Senin, Peskov mengklaim bahwa sebagian pernyataan Trump dalam wawancara NBC telah diparafrasekan dan tidak sepenuhnya akurat.
Pernyataan Trump juga menjadi sorotan di media Rusia. Surat kabar pro-Kremlin, Moskovsky Komsomolets, menyampaikan kritik terhadap Trump, menyebut bahwa presiden AS tersebut tidak memenuhi janjinya untuk menghentikan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia.
“Semua perjanjian yang dibuat di bawah Presiden Trump hanya bernilai beberapa sen di hari pasar,” tulis surat kabar tersebut, seraya menegaskan bahwa Moskow siap bernegosiasi dengan pemimpin AS.
// Sumber : bbc.com
1 thought on “Rusia Tetap Bekerja Sama dengan AS Meski Trump Marah kepada Putin”