BBC MEDIA.NEWS -SUKABUMI – Pemerintah Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, mengaku tidak dapat mengajukan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) bagi dua warganya, yakni keluarga Tarmud dan Basir.
// BACA JUGA :13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
Kedua rumah warga tersebut kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Bangunan berdinding anyaman bambu dengan tiang kayu lapuk itu berukuran kecil dan nyaris roboh. Saat hujan turun, hampir seluruh bagian rumah bocor. Bahkan, rumah milik Tarmud diketahui bersatu dengan kandang kambing, sehingga dari sisi kesehatan pun dianggap tidak layak huni.

Sekretaris Desa Wangunreja, Ina, menjelaskan bahwa kendala utama pengajuan program RUTILAHU bagi kedua keluarga itu adalah status lahan tempat rumah berdiri yang tidak memenuhi syarat administrasi.
“Kalau mau diajukan untuk mendapatkan program RUTILAHU tidak bisa, karena rumah mereka berdiri di atas jalur saluran irigasi,” ujar Ina saat ditemui di kantor desa, Kamis (6/11/2025).
// BACA JUGA :Warga Dua Desa di Sukabumi Tuntut Pengembalian Sertifikat Tanah yang Disewa Koperasi Bina Usaha ( KBU ) Sejak 2012
Meski begitu, Pemerintah Desa tidak tinggal diam. Kepala Desa Wangunreja, kata Ina, telah berupaya mengajukan proposal langsung kepada Bupati Sukabumi melalui ajudannya yang kebetulan tengah berkunjung ke wilayah Kecamatan Nyalindung.
“Tadi Pak Kades sendiri sudah menyampaikan proposal secara langsung kepada Bupati melalui ajudannya,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah Desa juga melakukan penggalangan dana secara swadaya untuk membantu perbaikan rumah dua keluarga tersebut.
“Alhamdulillah, sudah ada donasi sekitar enam ratus ribu rupiah yang terkumpul dan sudah diserahkan,” ungkap Ina.
Sementara itu, kepedulian masyarakat sekitar terhadap kedua keluarga ini cukup tinggi. Warga bersama ketua RT dan pengurus DKM masjid setempat berinisiatif membantu dengan menyumbang bahan material dan tenaga secara gotong royong. Namun, bantuan tersebut masih sangat terbatas dan belum mencukupi untuk perbaikan menyeluruh.
// BACA JUGA :SERTIFIKAT WARGA 2 DESA DI SUKABUMI MENJADI JAMINAN DI BANK OLEH KOPRASI DAN TERANCAM TERLELANG
Dua keluarga tersebut dikenal hidup sederhana dan bekerja keras. Setiap hari mereka menggarap sawah dan ladang serta memelihara kambing milik orang lain untuk menambah penghasilan.
Masyarakat berharap perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi warganya dapat lebih nyata, tidak hanya sebatas kegiatan seremonial. Sebab, dua keluarga ini merupakan contoh nyata warga yang membutuhkan perhatian dan pemberdayaan nyata dari program sosial pemerintah.
INDRA/RR
