BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2025. Ajang ini digelar sebagai upaya melestarikan bahasa, sastra, aksara, dan seni Sunda di jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama.
FTBI secara resmi dibuka pada Kamis (18/09/2025) oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga terhadap masyarakat Sukabumi yang masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
//BACA JUGA : SERTIFIKAT WARGA 2 DESA DI SUKABUMI MENJADI JAMINAN DI BANK OLEH KOPRASI DAN TERANCAM TERLELANG
“Hal ini merupakan salah satu upaya nyata untuk terus melestarikan dan mengenalkan bahasa Sunda kepada generasi muda,” ungkapnya.
Sementara itu, Erni Herawati, SE, M.Si., Ketua Tim Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Muatan Lokal Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, menjelaskan bahwa FTBI digelar untuk mencegah kepunahan bahasa daerah. “Kegiatan kali ini merupakan kelanjutan dari seleksi tingkat kecamatan, dan kini masuk di tingkat kabupaten. Selanjutnya, peserta terbaik akan melaju ke tingkat provinsi,” jelasnya.
//BACA JUGA : PKBM GHIDAUL ATHFAL SUBANG JAYA KOTA SUKABUMI DIDUGA BERIKAN KETERANGAN TIDAK AKURAT
Pelaksanaan FTBI 2025 digelar di dua lokasi berbeda. Pada Kamis (18/09/2025), kegiatan untuk jenjang SMP dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Al-Umana, Kecamatan Gunungguruh. Sementara untuk jenjang SD, festival digelar pada Sabtu (20/09/2025) di SMP Negeri Model Cikembar.
Tahun ini, jumlah peserta FTBI cukup besar, yakni sebanyak 658 siswa dari jenjang SD dan 224 siswa dari jenjang SMP yang berasal dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari para pelajar dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda.
//BACA JUGA : Warga Dua Desa di Sukabumi Tuntut Pengembalian Sertifikat Tanah yang Disewa Koperasi Bina Usaha ( KBU ) Sejak 2012
Melalui festival ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap generasi muda tidak hanya mampu berbahasa Sunda, tetapi juga mencintai sastra, aksara, serta seni Sunda sebagai warisan budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan.
SOMDANI / RR
