BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, kini menuai kritik pedas. Proyek pembangunan kandang ayam petelur yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 kedapatan kosong dan tidak difungsikan, padahal telah menelan biaya hingga puluhan juta rupiah.
Total Anggaran Mencapai Rp50 Juta, Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemerintah Desa Selajambe mengalokasikan dana yang cukup fantastis untuk proyek ini, di antaranya:
Pembangunan Fisik Kandang: Rp35.000.000,-
Kegiatan Pelatihan Peternak: Rp15.000.000,-

// BACA JUGA : Warga Dua Desa di Sukabumi Tuntut Pengembalian Sertifikat Tanah yang Disewa Koperasi Bina Usaha ( KBU ) Sejak 2012
Total investasi sebesar Rp50 juta yang bersumber dari uang negara tersebut kini sia-sia karena fasilitas yang dibangun di atas tanah desa itu dibiarkan terbengkalai.
Masyarakat Pertanyakan Asas Manfaat
Kondisi ini memicu kekecewaan warga. Salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan keprihatinannya saat dikonfirmasi pada Jumat (6/2/2026). Ia menilai perencanaan program tersebut sangat buruk.
“Pertanyaan kami, buat apa kandang ayam tersebut menghabiskan anggaran sampai puluhan juta tetapi tidak bermanfaat? Jangan sampai ini hanya jadi proyek formalitas tanpa hasil nyata,” cetusnya kepada Bbcmedia.News Sukabumi.
// BACA JUGA : 13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
Lemahnya Pengawasan dari Pihak Terkait
Tak hanya menyasar pemerintah desa, warga juga mempertanyakan fungsi kontrol dari Dinas terkait maupun pihak Kecamatan Cisaat. Kosongnya kandang ayam ini menunjukkan seolah-olah program keuangan Desa Selajambe tidak terencana dengan baik dan minim pengawasan.

// BACA JUGA : GEBRAKAN BUDAYA ! PESULAP MERAH KOLABORASI BERSAMA PRAKTISI DEBUS DADALI PATI SUKABUMI
Hingga berita ini dipublikasikan, H.pipin sarifin selaku kepala desa selajambe belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan mengapa kandang tersebut masih dibiarkan kosong dan kapan operasional peternakan akan dimulai.
Masyarakat mendesak agar segera ada kejelasan terkait aset desa ini, mengingat dana yang digunakan adalah Dana Desa yang seharusnya berdampak pada kesejahteraan warga setempat.
Iing Indra / Rr
