BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Forum “Evaluasi Kinerja Satu Tahun” yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi pada jum’at ( 20/2/2026 )di gedung juang 45 kota sukabumimendapatkan kritik pedas dari elemen sipil. Lintas Aktivis Sukabumi (LAS) menilai kegiatan tersebut hanyalah sebuah seremonial untuk membangun citra positif di tengah merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
// BACA JUGA : ANNAHL BELA LINDUNGI KUKUHKAN DESY RATNASARI DAN AYEP ZAKI SEBAGAI INDUNG &BAPAK BUDAYA KOTA SUKABUMI
Koordinator Lintas Aktivis Sukabumi, Ivan Harisman, menyatakan bahwa forum diskusi tersebut jauh dari semangat evaluasi yang jujur dan transparan. Sebaliknya, ia memandang kegiatan tersebut sebagai upaya menutupi kegagalan kebijakan dengan kemasan formalitas.

“Publik disuguhi panggung simbolik, sementara realitas di lapangan menunjukkan penurunan kepercayaan yang signifikan. Walikota seolah menampilkan kinerja yang baik tanpa keberanian mengakui kebijakan-kebijakan yang gagal dan justru menyengsarakan masyarakat,” tegas Ivan Harisman dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (21/02).
Kebijakan Tanpa Kajian Matang Salah satu poin krusial yang disorot oleh LAS adalah lahirnya berbagai kebijakan yang dinilai dipaksakan. Ivan menyebut banyak regulasi yang diterbitkan tanpa didasari oleh kajian hukum dan akademik yang kuat.
“Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi bukti lemahnya perencanaan dan abainya pemerintah terhadap prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel. Kebijakan yang lahir prematur seperti ini jelas tidak berpihak pada kepentingan publik,” tambahnya.
//BACA JUGA : SATU TAHUN KEPEMIMPINAN WALIKOTA SUKABUMI DISOROT,LINTAS AKTIVIS SUKABUMI SERUKAN MOSI TIDAK PERCAYA
Seruan Aksi Demonstrasi Besar-besaran Merespons situasi tersebut, Lintas Aktivis Sukabumi mengonfirmasi akan segera menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Ivan menegaskan bahwa gerakan ini merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang dinilai telah kehilangan arah dan kejujuran.
“Jika pemerintah memilih terus membangun citra, maka rakyat akan membangun perlawanan. Aksi kami nanti adalah panggilan moral. Kekuasaan itu ada batasnya, dan setiap kebijakan harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat, bukan hanya di atas panggung seremonial,” pungkas Ivan.
Lintas Aktivis Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis dan tidak terbuai oleh narasi-narasi keberhasilan yang tidak menyentuh akar persoalan kota. Mereka menuntut adanya perubahan nyata dan kejujuran dalam memimpin Kota Sukabumi.
Saat di konfirmasi via pesan singkat WhatsApp perwakilan Pemda kota Sukabumi tidak memberikan jawaban.
Nandar / RR
