BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Sukabumi ( Ayep Zaki) , gelombang kritik mulai memuncak. Kelompok Lintas Aktivis Sukabumi (LAS) secara resmi menyatakan mosi tidak percaya dan mengonfirmasi akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Balai Kota Sukabumi pada akhir Februari 2026 mendatang.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan terbuka terhadap kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki yang dinilai abai terhadap aspirasi dan kritik publik.salah satu koordinator lintas Aktivis Yanggimas Anggara menegaskan bahwa ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat saat ini terasa sangat tertutup.
// BACA JUGA : KANTOR DESA MEKARSARI NYALINDUNG KABUPATEN SUKABUMI TUTUP DI JAM KERJA DEMI ACARA PERNIKAHAN
“Di bawah kepemimpinan Ayep Zaki, masyarakat merasa tidak memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Berbagai aksi sebelumnya tidak membuahkan tanggapan, sehingga kami memutuskan untuk kembali turun ke jalan agar suara rakyat benar-benar sampai,” tegas Yanggimas dalam keterangannya, Senin (16/2/2026 )
Dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung di Balai Kota tersebut, LAS membawa empat poin tuntutan krusial yang dianggap sebagai rapor merah satu tahun kepemimpinan Wali Kota:
1. Mendesak Wali Kota segera mempublikasikan pencapaian kinerja resmi sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
2. Menuntut pengusutan tuntas terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan dengan modus wakaf di lingkungan Kota Sukabumi.
3. Meminta klarifikasi dan pemeriksaan mendalam terkait dugaan maladministrasi yang melibatkan saudara Ubaydilah pada jabatan-jabatan strategis tertentu.
4. Mendesak audit dan investigasi menyeluruh atas dugaan monopoli proyek pembangunan di Kota Sukabumi.
Aksi ini rencananya akan melibatkan berbagai elemen aktivis yang tergabung dalam LAS, Yanggimas menambahkan bahwa Balai Kota dipilih sebagai titik aksi sentral untuk menegaskan bahwa kekuasaan seharusnya berpihak pada transparansi dan kepentingan masyarakat luas, bukan golongan tertentu.
// BACA JUGA : SALAH PENYUSUNAN RAB : INVESTASI 50 JUTA DANA DESA SELAJAMBE UNTUK AYAM PETELUR BELUM PERNAH BERJALAN SEJAK 2024
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Sukabumi belum dimintai tanggapan terkait rencana aksi dan tudingan yang dilayangkan oleh Lintas Aktivis Sukabumi tersebut.
NANDAR/RR
