BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – DPD KNPI Kota Sukabumi menyambut dan mendukung digelar nya kembali Pasar Marema ramadhan atau yang lebih dikenal dengan sebutan pasar senggol.
Pasar yang sudah menjadi budaya dan ciri khas ramadhan kota Sukabumi ini di buka kembali di jalan kapten harun Kabir mulai tanggal 18 februari sampai dengan 18 Maret 2026. ruas jalan yang menuju jln pelabuhan II itu dialihfungsikan menjadi pasar sementara.
//BACA JUGA : Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Caretaker DPK KNPI Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi.
Kehadiran kembali pasar Marema tahun ini diharapkan bisa membangkitkan kesejahteraan para pelaku pasar dan menjadi magnet ekonomi yang mampu mengundang pembeli dari berbagai daerah.
Meskipun terdapat pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat akan tetapi mayoritas warga menyambut antusias hadir nya kembali pasar yang sudah lama tidak dibuka.
Ketua DPD KNPI Kota Sukabumi tantan Sutandi meminta kepada pemerintah daerah kota Sukabumi untuk memberikan ijin dan legal aspek diselenggarakan kembali pasar Marema.
“saya mendukung dan menyambut baik adanya pasar Marema atau pasar senggol ramadhan kota Sukabumi tahun ini, tentu saja harus mendapat dukungan dan ijin pemerintah daerah kota Sukabumi juga”. tegasnya
Menurut tantan pasar Marema sudah menjadi icon dan budaya warga kota Sukabumi dan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi serta menjadi daya tarik pembeli sampai luar daerah.
//BACA JUGA : SATU TAHUN KEPEMIMPINAN WALIKOTA SUKABUMI DISOROT,LINTAS AKTIVIS SUKABUMI SERUKAN MOSI TIDAK PERCAYA
namun pasar yang diadakan secara temporer ini juga harus memperhatikan ketertiban, kebersihan dan keamanan selain itu disaat pasar ini selesai maka kawasan jalan harun Kabir harus kembali kepada fungsi utama.
“Menurut saya banyak positif nya, ini kan sifatnya temporer hanya dalam waktu satu bulan saja tidak selamanya meskipun ada alih fungsi jalan tetapi masih ada solusi untuk mengalihkan arus lalu lintas ke jalan lain disekitarnya, soal masalah toko-toko disekitar lokasi terganggu itu bisa dikomunikasikan dengan prinsip saling menguntungkan”. Tuturnya
Tantan meyakini adanya pasar Marema ramadhan memberi peluang adanya lonjakan pembeli sehingga mampu meningkatkan omzet para pedagang dan bisa menyumbang pada PAD kota Sukabumi.
“Tradisi tahunan ini baik selama tidak ada yang merasa dirugikan sehingga harus ada perencanaan yang matang, dibangun komunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dan mendapat legal standing untuk penyelenggaraan, saya rasa pemerintah daerah kota Sukabumi harus menjaga tradisi ini karena keberadaan nya didukung mayoritas warga kota Sukabumi”. Pungkasnya
NANDAR /RA
