BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Asep japar Andreas periode ini, sorotan tajam datang dari elemen pemuda yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Muda Sukabumi.Ia Menilai kinerja pemerintah daerah jalan di tempat, aliansi ini resmi mengeluarkan “Raport Merah” dan menyerukan aksi massa besar-besaran.
//BACA JUGA : SATU TAHUN KEPEMIMPINAN WALIKOTA SUKABUMI DISOROT,LINTAS AKTIVIS SUKABUMI SERUKAN MOSI TIDAK PERCAYA
Perwakilan Aliansi Aktivis Muda Sukabumi, Putra, menyatakan bahwa kondisi Kabupaten Sukabumi saat ini berada dalam tahap yang mengkhawatirkan. Ia menyoroti kontrasnya ketaatan rakyat membayar pajak dengan kualitas pelayanan publik yang diterima.

”Data Bapenda menunjukkan PAD kita tahun 2025 mencapai lebih dari Rp842 miliar. Rakyat sudah tunai menjalankan kewajiban pajaknya, tapi apa imbal baliknya? Jalan rusak di mana-mana, pengangguran meroket, dan pendidikan masih memprihatinkan. Ini bukan lagi soal proses, tapi kegagalan arah kebijakan,” tegas Putra kepada Bbcmedia.news di Sukabumi, Selasa (17/2/2026).
//BACA JUGA : Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Caretaker DPK KNPI Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi.
Rencana aksi turun ke jalan ini dipicu oleh sikap tertutup Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi. Putra mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat konfirmasi secara resmi sebelumnya, namun tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.
”Kami sudah mencoba jalur formal melalui surat konfirmasi, tapi Bapenda bungkam. Jika transparansi sudah tidak dihargai di atas meja, maka kami akan mencarinya di jalanan. Jangan sampai uang rakyat hanya jadi ‘bancakan’ oligarki yang menyamar di balik kebijakan insentif 5%,” tambahnya.
NANDAR / RA
