BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Ketegangan akibat dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi memuncak. Pada Rabu, 18 Maret 2026, kubu Ketua KNPI Tantan Sutandi terpaksa melakukan pembukaan paksa terhadap pintu gedung KNPI yang dalam kondisi tergembok oleh pihak kepengurusan lain.
// BACA JUGA : Perkuat Ujung Tombak Lapangan, DPPKB Kabupaten Sukabumi Gelar Peningkatan Kapasitas Kader secara Daring
Langkah ini diambil karena pihak Tantan tidak mendapatkan akses kunci gedung, padahal mereka berencana menyelenggarakan agenda Buka Puasa Bersama. Tantan menegaskan bahwa gedung tersebut adalah fasilitas publik dan milik bersama seluruh pemuda, bukan milik golongan tertentu.
Kritik Keras Terhadap Keberpihakan Walikota

Tantan Sutandi secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Daerah, khususnya Walikota Sukabumi, Ayep Zaki, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Ia menilai pemerintah daerah tidak berdiri di tengah, melainkan lebih condong berpihak pada kubu KNPI yang satunya.
// BACA JUGA : ANNAHL BELA LINDUNGI KUKUHKAN DESY RATNASARI DAN AYEP ZAKI SEBAGAI INDUNG &BAPAK BUDAYA KOTA SUKABUMI
Tantan memperingatkan bahwa sikap memihak yang ditunjukkan oleh Walikota dan Dispora dapat menjadi sumbu konflik yang lebih besar di kalangan pemuda. Ia menegaskan bahwa stabilitas organisasi kepemudaan saat ini berada di tangan pemerintah daerah.
”Apabila terjadi konflik yang paling bertanggungjawab adalah pemerintah daerah dalam hal ini walikota dan DISPORA “tegasnya.
IING INDRA / RZ
