BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Temuan buah alpukat yang tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Caringin kini menjadi perhatian publik . Meski pihak pengelola telah memberikan klarifikasi, gelombang desakan dari pihak sekolah dan wali murid terus menguat agar permasalahan ini dilaporkan ke tingkat pusat.
// BACA JUGA : BUMDES BELUM BERBADAN HUKUM : ANGGARAN KETAHAN PANGAN DESA CIMANGGU RP 309 JUTA TERPAKSA JADI SILPA
Sejumlah orang tua siswa beserta guru di sekolah mendorong agar pihak-pihak yang merasa dirugikan atau menemukan ketidaksesuaian prosedur berani bersuara. Mereka mendesak agar temuan ini segera dilaporkan secara resmi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat melalui layanan hotline pengaduan yang telah disediakan pemerintah.

”Kami ingin ada pengawasan yang lebih ketat. Jika ditemukan kualitas pangan yang buruk seperti ini, sudah seharusnya dilaporkan ke pusat agar ada tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh,” ungkap salah satu perwakilan warga sekolah yang enggan disebutkan namanya, Jumat (6/3/2026).
Menanggapi situasi tersebut, pihak Yayasan Nun Walqolam selaku pengelola dapur SPPG melalui Tio (owner) dan Agus (mitra)telah menyatakan siap bertanggung jawab. Mereka berjanji akan mengganti setiap buah yang ditemukan rusak dan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi besar.
// BACA JUGA : 13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
”Kejadian ini kami jadikan pelajaran. Kedepan kami akan lebih selektif lagi dalam membeli buah meskipun dengan harga yang lebih mahal,” tegas Tio pada Kamis (5/3/2026).
Ia juga beralasan bahwa pemilihan alpukat merupakan rekomendasi tim ahli gizi saat stok buah lain seperti apel sulit didapatkan, meski ia mengakui kesulitan mendeteksi kerusakan pada bagian dalam alpukat secara kasat mata.
Transparansi Program Jadi Taruhan
Dorongan pelaporan ke hotline BGN pusat oleh para guru dan orang tua menandakan bahwa masyarakat kini lebih kritis dalam memantau jalannya program nasional ini. Mereka berharap BGN pusat dapat turun tangan melakukan audit terhadap mitra-mitra di daerah guna memastikan anggaran besar yang dikucurkan benar-benar sampai ke siswa dalam bentuk nutrisi yang berkualitas, bukan bahan pangan sisa atau busuk.
IING INDRA / RZ
