BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Sebanyak 47 santri Pondok Pesantren Az-Zain yang berada di Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mengalami kejadian diduga keracunan makanan. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Sukabumi, Camat Caringin menyatakan bahwa kasus ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan terhadap menu yang disajikan serta kurangnya sosialisasi tentang cara penyimpanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
// BACA JUGA : // BACA JUGA : 13 Tahun Sertifikat Tanah Warga Belum Kembali, Warga Dua Desa di Sukabumi Tagih Janji Koperasi
SUMBER MBG DARI SPPG KUTASIRNA, KECAMATAN CISAAT
MBG yang menjadi sumber dugaan keracunan tersebut berasal dari SPPG Kutasirna, Kecamatan Cisaat, yang dibagikan pada hari Jumat (06/03/2026) pukul 09.00 WIB. Makanan berupa keringan memiliki komposisi mie kuning, saus cabe, pangait, ayam semur, shakima, dan pisang cavindis. Setelah diterima, sebagian santri mengolah makanan tersebut sekitar pukul 18.30 WIB setelah buka puasa, dan sisanya diolah sekitar pukul 22.00 WIB.
KEPALA DESA: TIM MEDIS SEGERA MENINJAU LOKASI
Kepala Desa Talaga dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah setelah menerima informasi kejadian. “Kami dari pemerintah desa segera meninjau lokasi bersama unsur Forkopimcam dan tim medis untuk melakukan pemeriksaan terhadap para santri di Pondok Pesantren Az-Zain. Selanjutnya, kami akan melaporkan hal ini kepada dinas terkait agar penyebab yang mendasari dugaan keracunan dapat diteliti secara mendalam. Semoga langkah yang kami lakukan dianggap cukup cepat,” ujarnya.
// BACA JUGA : // BACA JUGA : Pembangunan Tower Seluler di Desa Cijengkol Sukabumi Diduga Ilegal, Warga Minta Penjelasan Pemerintah
KEPALA SEKOLAH: MASALAH SUDAH SELESAI, SANTRI SUDAH SEHAT
Berbeda dengan tanggapan kepala desa, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Az-Zain melalui pesan singkat tampak enggan memberikan klarifikasi lebih lanjut. “Mohon maaf, dalam hal ini saya tidak dapat memberikan pernyataan apapun karena bagi kami masalah ini sudah dianggap selesai. Alhamdulillah, saat ini anak-anak sudah dalam kondisi sehat dan itu yang menjadi hal terpenting bagi kami,” katanya.
PIHAK DAPUR MBG BELUM BERI KETERANGAN
pihak yang menangani dapur pembuat MBG dari SPPG Kutasirna ketika di singgung pertanggungjawaban nya memberikan tanggapan atau klarifikasi singkat terkait kasus diduga keracunan yang menyerang para santri tersebut.
” Saya kepala SPPG pak,
untuk hal itu sudah kondusif pak dan sudah ditangani dinas kesehatan. Pungkasnya ” singkat.
SOMDANI/RR
