BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang bersumber dari Dana Desa kini mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi. Salah satu tren yang tengah naik daun di kalangan Pemerintah Desa adalah budidaya ayam petelur. Hal ini didorong oleh tingginya permintaan pasar lokal yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.
Salah satu contoh sukses datang dari Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi. Melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), program ketahanan pangan tahun anggaran 2025 tersebut kini telah memasuki masa produksi yang produktif.
// BACA JUGA : SEKJEN ANNAHL GERAM : KABAG KESRA SUKABUMI TIDAK ADA DI TEMPAT SAAT HENDAK AUDENSI DANA HIBAH SENILAI 67 MILYAR
Sekretaris Desa Warnasari, Lukman, mengungkapkan bahwa pemilihan ayam petelur sebagai unit usaha BUMDES merupakan langkah strategis mengingat telur merupakan komoditas pokok yang paling dicari masyarakat setiap harinya.
“Saat ini dari 200 ekor ayam yang kita kelola, sudah mampu menghasilkan sekitar 17 kg telur per hari. Seluruh hasil produksi tersebut langsung dipasok ke warung-warung yang ada di lingkungan Desa Warnasari,” ujar Lukman saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (30/03/2026).
Meski produksi sudah stabil, Lukman mengakui bahwa jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi seluruh permintaan warga. “Bahkan untuk skala lingkungan desa sendiri, kita masih kekurangan pasokan. Ini menunjukkan bahwa peluang pasar di sektor ayam petelur ini memang masih sangat terbuka lebar,” tambahnya.
// BACA JUGA : Dugaan Gudang Pengolahan Limbah B3 Tanpa Izin di Cibadak : Warga Pertanyakan Pengawasan Kecamatan
Fenomena di Desa Warnasari menjadi cermin bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Budidaya ayam petelur dinilai menjadi solusi efektif dalam program Ketahanan Pangan karena beberapa faktor:
Perputaran Uang yang Cepat: Hasil panen bisa dirasakan setiap hari.
Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan tenaga lokal dalam pengelolaan kandang.
Kemandirian Pangan: Mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar daerah.
Dengan dukungan teknis yang tepat dan manajemen BUMDES yang sehat, sektor peternakan ayam petelur diprediksi akan terus tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi baru di tingkat desa, sekaligus memastikan protein hewani terjangkau bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Sukabumi.
IING INDRA / RZ
