BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Konsultasi Program Bangga Kencana pada Selasa, 31 Maret 2026. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa sinergi seluruh jajaran adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika kependudukan, terutama dalam mengoptimalkan momentum bonus demografi.
// BACA JUGA : SUSAH AIR DI MUSIM HUJAN: PERNYATAAN KEPALA DESA SUKAMANIS BERBEDA DENGAN KELUHAN WARGA

” Data Akurat Sebagai Panglima” – Dalam arahannya, Eka menekankan bahwa keberhasilan program tidak bisa lepas dari validitas data. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk memastikan data tersedia secara:
Akurat dan Mutakhir: Berbasis by name by address.
Digitalized: Memanfaatkan sistem informasi SIGA secara optimal.
Responsif: Cepat dalam memetakan permasalahan lapangan, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, hingga peningkatan kualitas keluarga.
“Seluruh UPT harus mampu membangun inovasi di wilayah kerja masing-masing dan meningkatkan koordinasi lintas sektor. Kita harus hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” ujar Eka Nandang.
Fokus Strategis Tiap Bidang
Rapat ini juga membedah langkah taktis dari tiga pilar utama DPPKB untuk tahun 2026:
Bidang Fokus Utama & Program Unggulan
Keluarga Berencana (KB) Penguatan program DASHAT, pelayanan Kesehatan Reproduksi (Kespro), Ayoman Kleman, serta optimalisasi peran kader IMP dan ketersediaan alokon.
Pengendalian Penduduk (Daltin) Pemutakhiran data kependudukan berkala, sinkronisasi lintas sektor, dan penggunaan teknologi informasi untuk efektivitas perencanaan.
Keluarga Sejahtera (KS) Ketertiban laporan BKR, PIK-R, pemilihan Duta GenRe 2026, penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan program Lansia Berdaya (SIDAYA).
// BACA JUGA : KEJARI SUKABUMI TANGKAP DUA TERSANGKA KORUPSI : DANA RETRIBUSI WISATA, RUGI NEGARA RP 466 JUTA
Melalui penguatan di berbagai lini ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk tampil lebih solid dan terarah. Implementasi Program Bangga Kencana diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan gerakan nyata dalam mewujudkan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi secara menyeluruh.
SOMDANI / RR
