BBC MEDIA.NEWS – SUKABUMI – Proyek pembangunan kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan tajam . Bangunan yang menelan anggaran penyertaan modal ratusan juta rupiah tersebut disebut mangkrak karena tak kunjung beroperasi.
// BACA JUGA : Pemerintah Desa Ubrug Buka Suara Terkait Anggaran BUMDES 309 Juta: Rincian Pembangunan Kandang dan Pengadaan Domba Terbuka untuk Publik
Senada dengan Budi, Sekretaris Desa Cikidang, Suherman, juga menyatakan hal serupa bahwa keterlambatan operasional murni karena masalah teknis pemasangan instalasi air.diapun memberikan penjelasan tambahan terkait durasi pembangunan yang disorot warga. Ia tidak menampik bahwa proses pengerjaan memang sudah memakan waktu cukup lama . Namun, hal itu terjadi karena adanya kendala teknis yang cukup pelik di lapangan.
“Betul pembangunan sudah lebih dari satu bulan. Kenapa lama? Karena kami terkendala di sumber air. Kami harus berpindah-pindah tempat untuk mencari sumber air yang layak, dan proses perbaikan serta instalasi yang ada sekarang ini baru berjalan satu bulan,” jelas Suherman saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).
Menanggapi tudingan warga, Ketua RW 08 sekaligus Ketua BUMDes Cikidang, Budi, membantah keras narasi bahwa proyek tersebut mangkrak. Ia berdalih bahwa pembangunan kandang baru berjalan satu bulan dan saat ini sedang dalam tahap teknis.
“Itu tidak mangkrak Pak, hanya saja sedang dilakukan proses pemasangan instalasi air,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Senin (20/04/2026).
// BACA JUGA : Sengketa Proyek Gedung MUI Sukabumi senilai 3 miliar: Ketua Panitia Bantah Mangkrak di Tengah Isu Tunggakan pada subkontraktor
Namun, pernyataan para pemangku kebijakan desa ini bertolak belakang dengan kesaksian dan kondisi fisik bangunan atap yang sudah berkarat . Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pengerjaan proyek ini sudah berlangsung lama sejak tahun 2025.
“Itu pengerjaan sudah lebih dari 5 bulan Pak, dikerjakannya mulai tahun 2025. Masa diklaim baru sebulan lihat kondisi atap sengnya saja sudah banyak yang berkarat?” cetus nya
Diketahui penyertaan modal untuk usaha ayam petelur ini tidak sedikit, yakni mencapai lebih dari Rp 300 juta lebih . Namun Besarnya anggaran yang digelontorkan dari dana desa ini memicu kekhawatiran warga akan terjadinya inefisiensi atau potensi kerugian negara jika proyek terus tertunda.
// BACA JUGA : Sistem Pengawasan Pajak BPKPD Kota Sukabumi Disorot: Tim Berlapis Diduga Jadi Celah “Main Belakang” Pengusaha?
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Cikidang selaku pembina dan pengawas BUMDes belum memberikan pernyataan resmi terkait kandang ayam yang sampai saat ini belum juga beroperasi padahal anggaran sudah turun .
Warga berharap pihak terkait, termasuk Inspektorat Kabupaten Sukabumi, segera turun tangan untuk mengecek realisasi anggaran BUMDes Cikidang agar transparan dan tepat.
IING INDRA /RR
