BUMDes Cikembang
BBCMedia.News Sukabumi – Dugaan ketidaktansparanan dalam pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikembang, Kecamatan Caringin,harus menjadi perhatian khusus. Selain dikeluhkan karena harga bibit yang terlalu mahal, program penggemukan kambing ini kini ditempa kabar duka dengan matinya puluhan ekor di tangan peternak.
Berdasarkan investigasi lapangan pada Minggu (11/5/2026), kegagalan program ini diduga kuat berakar pada proses pengadaan bibit yang tidak profesional. Para peternak menuding pengurus BUMDes menutup diri dan tidak melibatkan warga yang berpengalaman dalam urusan ternak saat proses pembelian bibit.
“Hasilnya bisa dilihat sekarang, banyak kambing yang sakit lalu mati. Kabarnya sudah ada puluhan ekor yang mati,” ujar salah satu peternak dengan nada kecewa. Menurutnya, hal ini terjadi karena bibit yang didatangkan kemungkinan besar dalam kondisi tidak sehat atau tidak layak untuk program penggemukan, ditambah lagi dengan harga per ekor yang dipatok sangat tinggi mencapai Rp 1,7 juta.
// BACA JUGA :
IASP SMP PGRI Bojonglarang Kukuhkan Ketua Baru di Sukabumi
Sosialisasi Anggaran dan Penyaluran Insentif Desa Cipetir 2026
Para peternak menduga adanya selisih harga (mark-up) yang fantastis. Mereka mensinyalir harga asli di pasar hanya berkisar Rp 1,3 juta, namun pengurus BUMDes melaporkannya seharga Rp 1,7 juta kepada para pengelola di kandang.
“Ketua BUMDes bukan orang yang ahli di bidang jual-beli kambing. Karena tidak melibatkan peternak berpengalaman saat belanja, akhirnya kualitas kambing buruk,” tambahnya.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang dikucurkan. Sekretaris Desa Cikembang, Rahmat, mengonfirmasi bahwa pada tahun anggaran 2025, BUMDes menerima penyertaan modal sebesar Rp 278 juta yang dialokasikan untuk penggemukan kambing serta pertanian jagung dan pepaya.
// BACA JUGA : Sistem Zonasi Sekolah di Indonesia: Antara Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan
Besarnya angka kematian ternak ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai pertanggungjawaban dana ratusan juta tersebut. Hingga saat ini, Ketua BUMDes Cikembang masih belum bisa dimintai keterangan terkait tudingan pengambilan untung sepihak maupun kegagalan teknis yang menyebabkan puluhan kambing mati.
SOMDANI / RR
